Kurikulum 2022 Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Akan Dihapus? Simak Penjelasannya Yuk!

Kurikulum 2022 Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Akan Dihapus

Pada kurikulum 2022 yang akan datang, Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa diinfokan akan ditiadakan.

Kepada Standar, Kurikulum, dan Assesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudiristek) Anindito Nino Aditomo mengatakan bahwa sekolah tetap dapat menggunakan prototipe sebagai alat melakukan pembelajaran.

Hal ini disampaikan dalam sebuah unggahan di akun instagram pribadi milik Nino Aditomo memberi penjelasan mengenai kurikulum prototipe yang dirancang agar memberikan ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa.

Pada kurikulum prototipe, siswa tidak lagi harus memilih jurusan, namun tetap harus mengambil mata pelajaran wajib yang sudah ditetapkan seperti Pendidikan Agama, PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni Musik, Penjaskes dan Sejarah.

Siswa juga dapat memilih mata pelajaran yang disukai, sesuai dengan minat dan bakat. Mata pelajaran pilihan yang diambil bisa dicampur antara mata pelajaran dari jurusan IPA, IPS, maupun Bahasa.

Andito juga mengatakan, Kurikulum prototipe membuat siswa jadi lebih fleksibel. Sehingga dapat disesuaikan dengan kompetensi siswa karena sifatnya yang opsional dalam memilih mata pelajaran. 

“Kurikulum prototipe dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Di jenjang SMA hal ini memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel” kata Andito pada Kamis, 23 Desember 2021.

1. Rencana penghapusan antar jurusan di SMA 

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo mengatakan, dengan kurikulum prototipe para siswa memiliki ruang yang untuk pengembangan karakter dan kompetensi. Pasalnya, dengan kurikulum tersebut, siswa diizinkan untuk memilih sendiri mata pelajaran yang mereka mau sesuai dengan minatnya. 

“Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya,” kata Anindito, Rabu (21/12).

Dengan demikian, para siswa akan menekuni minatnya secara lebih fleksibel. 

2. Gambaran kurikulum 2022 

Anindito pun mencontohkan gambaran pelaksanaan kurikulum 2022. Misalnya, seorang siswa ingin jadi insinyur boleh mengambil matematika lanjutan dan fisika lanjutan tanpa mengambil biologi. Selain itu, mereka pun boleh mengombinasikan kedua pelajaran tersebut dengan mata pelajaran IPS, bahasa, serta kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana karir mereka.

Hal ini merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan, apalagi jika anak sudah sangat matang dan benar-benar tahu dengan apa yang mereka sukai dan minati. 

3. Kurikulum 2022 bersifat opsional

Anindito mengatakan kurikulum 2022 ini bersifat opsional. Jadi keputusan penggunaan kurikulum ini akan dikembalikan pada satuan-satuan pendidikan yang ada di Indonesia. 

“Kurikulum prototipe pada tahun 2022 sifatnya opsional. Kurikulum prototipe hanya akan diterapkan di satuan pendidikan yang berminat untuk menggunakannya sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran,” ucap Anindito. 

Hal itupun diungkapkan pula oleh Muslihuddin, Kepala LPMP Aceh. Ia mengatakan, satuan pendidikan dapat memilih untuk menerapkan Kurikulum Prototipe berdasarkan jalur mandiri atau keputusan sendiri. 

Keputusan tersebut tentunya tidak diambil secara sembarangan. Nantinya sekolah akan mengisi Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Prototipe yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum. 

“Setiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda. Kompleksitas sedang dan sederhana itu yang lebih tahu kan dinas pendidikan, kaitannya dengan kesiapan sekolah dan guru. Jadi tergantung kesiapan sekolah, karakteristik sekolah, dan stakeholders di lingkungan satuan pendidikan,” kata Muslihuddin.

Nah itulah beberapa informasi tentang kurikulum 2022. Sebenarnya, kurikulum ini  merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Kemendikbud Ristek dalam mendorong pemulihan pembelajaran dari tahun 2022 hingga tahun 2024 mendatang.

Tak hanya itu saja, mulai dari tahun 2022 hingga 2024, satuan pendidikan diberikan tiga opsi dalam kurikulum nasional, yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Prototipe (kurikulum 2022).

Semoga ketiga kurikulum tersebut mampu memajukan pendidikan Indonesia dan mencerdaskan anak-anak bangsa.  

IPA, IPS, dan Bahasa tidak akan dihapus. Namun konsepnya lebih kepada mengkombinasikan mata pelajaran tersebut. Siswa dapat memilih dan meramu sendiri mata pelajaran sesuai minatnya.

 Baca Juga: Apa itu Gaya Kepemimpinan 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top