Pekerjaan Part Time yang cocok untuk Mahasiswa

Jadwal kuliah bisa jadi lebih senggang daripada semasa sekolah dahulu. Dengan waktu tersebut, tak jarang banyak mahasiswa yang melakukan part time untuk mendapatkan uang tambahan.

Kerja part time, atau kerja paruh waktu, berarti kamu tidak perlu bekerja penuh seperti orang kantor pada umumnya, yaitu delapan jam sehari.

Hanya beberapa jam, atau sesuai dengan acara tertentu saja, bergantung dari kebijakan pemberi kerja.

Dengan fleksibilitas waktu yang cukup tinggi. hal tersebut dapat dilakukan sembari menjalankan tugas utama, yaitu kuliah.

Manfaat Kerja Part Time saat Kuliah

1. Melatih keterampilan dunia kerja

Mengutip Career Addict, kerja part time memungkinkan mahasiswa mempelajari semua keterampilan yang tidak diajarkan dalam bangku kuliah.

Dalam artian lain, kamu juga bisa sekaligus belajar keterampilan untuk mempersiapkan diri dalam dunia kerja.

Hal ini tentu sangat bermanfaat ketika nanti kamu sudah lulus kuliah dan mencari kerja.

Ketika sedang menjalani proses interview, kamu dapat menjawab dengan baik dan menceritakan pengalamanmu saat kerja part time kepada recruiter.

2. Menambah network

Hal yang tidak kalah pentingnya dari kerja part time adalah bagi mahasiswa adalah dapat memperluas network profesional.

Pasti kamu akan menemui orang-orang baru saat menjalani part time tersebut. Alhasil, ini akan membantumu untuk menjalani jenjang karier di masa depan.

Tidak menutup kemungkinan, orang-orang yang kamu temui tersebut akan memberikan lowongan pekerjaan kepadamu di masa mendatang atau bahkan bekerja sama denganmu.

Rekomendasi Pekerjaan

1. Penulis Lepas

Menulis artikel atau konten saat ini paling banyak dibutuhkan oleh berbagai perusahaan. Jika kamu hobi menulis, maka bisa menjadi penulis lepas atau freelance writer. Kamu hanya perlu memiliki laptop dan jaringan internet untuk menjadi seorang penulis lepas.

Kamu bisa memulainya di berbagai situs freelance untuk mencari lowongan pekerjaan. Jika artikel yang kamu buat menarik, tentunya ada banyak perusahaan yang ingin mengajakmu untuk bekerja sama. Bayarannya pun lumayan, kamu bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000 per bulan.

2. Translator

Menjadi seorang translator juga menjadi pilihan yang bagus untuk kamu. Biasanya, pekerjaan ini dilakukan oleh mahasiswa jurusan sastra. Jika kamu bukan mahasiswa di jurusan tersebut, maka hal itu tidak menjadi masalah.

Jika kamu menguasai bahasa asing, tentunya bisa mencoba pekerjaan ini. Dengan menjadi translator, kemampuan berbahasa asing kamu bakal meningkat.

3. Copywriter

Seperti yang kita ketahui, saat ini kita hidup di era digital. Artinya, banyak media startup yang bermunculan. Dengan begitu, kamu bisa mencoba pekerjaan sampingan sebagai copywriter.

Kamu hanya membutuhkan laptop dan jaringan internet untuk memulai pekerjaan ini. Selain itu, kamu bisa menyalurkan hobi sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan.

4. Bisnis Online

Bisnis online menjadi jenis pekerjaan freelance di rumah yang bisa kamu coba. Kamu bisa memulai pekerjaan ini dengan mempromosikan hingga memantau produk yang dijual.

Caranya, kamu hanya perlu menyiapkan laptop/PC, smartphone, dan jaringan internet. Setelah itu, kamu sudah bisa mulai bekerja. Namun, kamu harus bekerja lebih keras lagi dari sebelumnya. Sebab, pekerjaan ini tidak bisa ditinggal begitu saja.

5. Social Media Admin

Bagi kamu yang senang bermain media sosial, tentunya tertarik untuk mencoba pekerjaan ini. Bahkan, kamu bisa mengerjakannya di mana saja tanpa terikat oleh jam kerja.

Kamu bisa menjadi admin media sosial milik UMKM, perusahaan startup hingga online shop. Keterampilan yang dibutuhkan adalah memiliki pengetahuan dasar soal copywriting, kreatif, berinteraksi di media sosial, dan memiliki pengetahuan yang luas.

6. Fotografer

Hanya dengan bermodalkan kamera, kamu bisa menjajal dunia fotografi untuk mengabadikan momen. Selain itu, ada banyak perusahaan yang membutuhkan jasa fotografer untuk memotret produknya.

Para influencer pun juga membutuhkan fotografer untuk meningkatkan followers dan engagement media sosialnya. Selain mendapatkan penghasilan tambahan, kamu dapat meningkatkan kemampuan fotografimu.

7. Graphic Designer

Jenis pekerjaan graphic designer sangat cocok untuk kamu yang hobi membuat desain. Kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu dengan nyaman tanpa harus terikat jam kerja.

Pastinya kamu juga membutuhkan suasana yang pas untuk mencari inspirasi. Kamu hanya perlu menyiapkan laptop dan jaringan internet untuk menjadi freelance graphic designer.

Baca Juga : Ingin Kuliah Sambil Kerja? Yuk, Simak Begini Caranya

8. Web Developer

Salah satu pekerjaan sampingan untuk mahasiswa yang paling banyak dicari adalah web developer. Jika kamu adalah seorang mahasiswa jurusan IT, pastinya pekerjaan ini menjadi kesempatan yang bagus. Pekerjaan ini juga bisa dilakukan oleh mahasiswa yang bukan jurusan IT.

Profesi ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan di masa depan. Sebab, hampir semua perusahaan sangat membutuhkan peran web developer untuk meningkatkan kinerja bisnisnya.

9. Content Creator

Kamu juga bisa terjun ke dunia content creator, seperti vlogger atau youtuber. Caranya, kamu bisa membuat konten menarik di media sosial, seperti Instagram, YouTube, dan Facebook.

Namun, kamu harus konsisten dalam membuat konten yang bisa menarik viewers atau penonton. Semakin banyak viewers yang melihat kontenmu, maka semakin banyak pula uang yang kamu dapatkan.

10. Ilustrator

Apakah kamu punya skill menggambar? Jika iya, maka kamu bisa membuat ilustrasi untuk buku, produk hingga komik sesuai permintaan klien. Dengan menjadi ilustrator, kamu bisa menambah portofolio yang bisa digunakan saat melamar kerja nanti.

Bayarannya sendiri tergantung dari proyek yang kamu ambil. Khusus proyek perusahaan, kamu bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 untuk satu proyek.

11. Barista

Saat ini, sudah banyak coffee shop yang bisa kita temukan di mana saja. Artinya, profesi barista sangat dibutuhkan dan banyak dicari. Buat kamu pecinta kopi, profesi ini cocok menjadi pekerjaan sampinganmu.

Tidak hanya membuat kopi, kamu juga sekaligus belajar untuk berinteraksi dengan pelanggan. Setidaknya, kamu bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman jika ingin membuka coffee shop.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top