Strategi Mengelolah Stress dan Emosi Negatif

Mengelolah Stress dan Emosi

Stress dan emosi selalu buruk ? Banyak study yang berusaha mengungkap tentang stress dan emosi negatif ini. Terutama perannya dalam kesehatan mental seseorang. Sebuah artikel di positivepsychology.com mengungkapkan beberapa study yang pernah dilakukan, ternyata menyimpulkan bahwa emosi negatif tidak selamanya buruk. Schwarz and Clore (1996), melakukan penelitian tentang “emosi sebagai pusat informasi” tubuh yang menjelaskan peran emosi dalam mempengaruhi kita mengambil keputusan tentang lingkungan kita. Justru, emosi –baik positif maupun negatif– adalah suatu mekanisme normal yang ada di dalam tubuh kita untuk memberikan kita informasi bahwa ada sesuatu yang terjadi dalam diri kita. Emosi negatif adalah alarm bahwa ada yang tidak beres.

Kemarahan, ketakutan, frustasi dan kecemasan adalah jenis emosi negatif yang umum dirasakan orang, meskipun banyak orang yang berusaha menghindarinya. Kondisi ini, bisa memberikan tekanan terhadap tubuh dan pikiran. Jika berlebihan, akan menyebabkan masalah kesehatan. Karena menciptakan perasaan insecure, maka wajar jika orang berusaha untuk menghindarinya.

Lebih kerap, emosi negatif ini berguna sebab bisa mengirimi kita pesan. Kemarahan dan kecemasan, misalnya, memberikan signal bahwa ada yang sedang tidak beres, dan perlu segera ditangani. Perasaan takut, adalah petunjuk agar kita meningkatkan keamanan diri dan lebih waspada. Dendam memotivasi kita untuk segera memperbaiki hubungan kita dengan orang lain. Begitupun frustrasi dan berbagai jeni emosi lainnya.

STRATEGI MENGELOLA STRESS DAN EMOSI NEGATIF

  1. Olahraga Teratur

Olahraga teratur bisa membantu melepaskan hormon endorphin yang bisa membuat tubuh menjadi bahagia dan meningkatkan suasana hati. Namun, di saat pandemi seperti ini tidak dianjurkan olahraga di tempat umum yang ramai seperti gym. Olahraga ringan bisa dilakukan di rumah atau halaman rumah seperti jogging. Kita masih bisa melakukan olahraga di rumah seperti melakukan. peregangan untuk melatih tubuh dan menenangkan pikiran.

  1. Tidur yang Cukup

Kurang tidur bisa menyebabkan stres. Oleh sebab itu, pastikan kita memiliki pola tidur yang baik agar tetap fokus pada pekerjaan dan tidak mudah emosi. Hindari alkohol dan kafein menjelang waktu tidur agar bisa mendapatkan tidur yang nyenyak. Atau kamu bisa mandi dengan air hangat sebelum tidur supaya badan menjadi rileks dan tidur pun tenang.

  1. Terapkan Diet Sehat

Stres bisa menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tidak sehat menjadi meningkat. Hal itu tentu membuat suasana hati semakin buruk. Untuk menghindari hal tersebut, kamu perlu menyediakan cemilan sehat dan bernutrisi agar tubuh tetap ideal. Mengatur gula darah akan membuat tubuh dan emosi menjadi lebih stabil.

  1. Selalu Berpikir Positif

Energi dan pikiran yang positif bisa menjauhkan kamu dari rasa stres yang berlebihan. Berpikir positif tidak hanya membuat stres berkurang, tetapi juga bisa meningkatkan prestasi. Memikirkan dan mengucapkan dan memikirkan hal-hal yang positif dapat membuat tubuh dan otak merespon dengan sifat baik pula.

  1. Relaksasi dan Menenangkan Pikiran

Meditasi atau yoga selama 10-15 menit dan dilakukan sebanyak 4-5 kali dalam seminggu bisa membuat tenang pikiran. Melakukan meditasi juga dapat menurunkan kadar hormon stres yaitu kortisol, sehingga tubuh lebih tenang.

  1. Makan – Makanan yang Bergizi

Memakan makanan yang sehat menjadi salah satu cara mengelola stres. Makanan yang sehat dan bergizi bisa memaksimalkan kerja otak dan menjaga kesehatan mental. Pola makan yang sehat juga bisa membangun fondasi yang kokoh dan tahan lama bagi tubuh dengan mengurangi oksidasi dan peradangan serta mencegah penambahan berat badan. Nutrisi dari makanan yang sehat bisa membantu memperlancar aliran darah dalam tubuh.

  1. Lakukan Kegiatan yang Menyenangkan

Kegiatan yang menyenangkan bisa dikaitkan dengan total kortisol dan tekanan darah yang lebih rendah, serta persepsi tentang fungsi fisik yang lebih baik. Orang-orang yang menghabiskan waktu untuk kegiatan kreatif, memiliki suasana hati yang lebih positif.

  1. Batasi Akses Media

Terlalu banyak mengonsumsi informasi juga bisa menyebabkan kecemasan. Oleh karena itu kita perlu membatasi akses media. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, banyak berita hoax juga menyebar. Penting untuk kita mendapatkan informasi yang akurat. Apabila sudah terlalu banyak mengakses informasi, ambillah jeda untuk mengistirahatkan otak dan fisik agar tidak timbul stres.

  1. Kembangkan Hobi

Kamu perlu menyisihkan waktu untuk hal-hal yang kamu sukai. Melakukan kegiatan yang sesuai hobi bisa membangun perasaan yang positif tiap pagi. Kamu bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan kegemaran agar lebih berkualitas seperti membaca, bermain bola, menonton film, bermain puzzle, melukis, dan kegiatan positif yang lain.

  1. Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

Beribadah menjadi salah satu cara mengelola stres. Sesuai dengan kepercayaan yang kamu yakini, kamu bisa menceritakan dan berdoa meminta apapun kepada Tuhan tanpa takut dihakimi. Kalua mungkin kamu takut atau cemas cerita ke teman atau kerabat, kamu bisa berkeluh kesah kepada Tuhan agar pikiran lebih tenang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top